BizTip: 10 Kiat Bisnis Ampuh untuk Membangun Usaha yang Sustainable

Fakta menunjukkan 20 persen bisnis baru mengalami kegagalan di tahun pertama beroperasi, setelah lima tahun sekitar 50% usaha kecil mampu bertahan dan dalam rentang 10-15 tahun atau lebih terjadi penutupan usaha seumur hidup. Perlu Kiat Bisnis Ampuh untuk bisa sustain di masa depan.

Aditya Wardhana

8/6/20266 min read

Fakta menunjukkan 20 persen bisnis baru mengalami kegagalan di tahun pertama beroperasi, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Setelah lima tahun sekitar 50% usaha kecil mampu bertahan dan dalam rentang 10-15 tahun atau lebih terjadi penutupan usaha seumur hidup. Artinya, sekitar 90% usaha kecil tradisional akhirnya tutup, bergabung, atau bubar. Dengan begitu banyak calon wirausahawan yang memiliki ide bisnis cemerlang, bagaimana mungkin angka kegagalan setinggi ini tetap terjadi? Dan yang lebih penting, bagaimana seorang wirausahawan bisa berhasil melawan segala rintangan tersebut?

Kunci keberhasilan bagi setiap wirausahawan sejatinya bermuara pada konsep-konsep inti yang sama: inovasi, pemasaran, diferensiasi, dorongan kuat untuk sukses, pemanfaatan aset secara optimal, dan keberanian untuk membedakan diri dari para pesaing. Berikut adalah cara menerapkan konsep-konsep tersebut untuk membantu bisnis kecil Anda mencapai pertumbuhan yang luar biasa.

1. Selalu Berupaya Melakukan Inovasi

Ketika Anda menelusuri pola pikir para wirausahawan masa kini, banyak di antara mereka ternyata tidak percaya diri terhadap keterampilan dan perangkat yang digunakan dalam bisnisnya. Padahal, sebuah bisnis yang inovatif wajib memiliki keterampilan dan perangkat yang mampu memenuhi kebutuhan klien dengan cara unik yang tidak bisa ditiru oleh pihak lain. Karena rasa percaya diri sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan dan menyelesaikan masalah, kurangnya kepercayaan diri akan berdampak langsung pada kemampuan Anda untuk berinovasi. Inilah sebabnya, meskipun strategi bisnis terus berkembang seiring waktu, nasihat bisnis yang tak lekang oleh waktu selalu menekankan pentingnya menciptakan budaya inovasi.

Saat ini, kata "Google" sudah identik dengan aktivitas mencari di internet. Namun perlu diingat, Google bukanlah mesin pencari pertama yang hadir di dunia maya. Lalu, mengapa merek ini begitu mendominasi? Jawabannya sederhana: Google mampu memberikan nilai nyata kepada para penggunanya dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh mesin pencari lain. Mereka berinovasi, menyempurnakan dan memperluas layanan yang sudah ada, hingga akhirnya menjadi kekuatan dominan di industri tersebut. Jika Anda menginginkan bisnis yang berkelanjutan, tanyakan selalu pada diri sendiri: bagaimana Anda bisa menghadirkan inovasi di setiap aspek bisnis? Begitu Anda mampu menawarkan nilai kepada kelompok pelanggan yang lebih besar, di sanalah Anda bisa mengevaluasi kembali langkah selanjutnya.

2. Rancang Rencana Pemasaran yang Efektif

Tak ada satu pun nasihat bisnis yang lengkap tanpa menyoroti pentingnya pemasaran. Pemasaran bisa menjadi penentu hidup atau matinya bisnis Anda. Itulah mengapa Anda perlu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar berikut: Di mana produk Anda memberi nilai tambah, dan apa yang sesungguhnya diinginkan oleh pelanggan? Siapa pelanggan ideal Anda, dan bagaimana cara paling efektif untuk menjangkau mereka? Lebih spesifik lagi, melampaui konsep pelanggan ideal, siapa pelanggan Anda saat ini dan bagaimana Anda bisa memberikan apa yang mereka butuhkan?

Jika diperlukan, jangan ragu mengeluarkan biaya untuk mengumpulkan data yang Anda perlukan, sehingga Anda bisa menemukan orang-orang yang benar-benar membutuhkan produk atau layanan Anda. Produk atau layanan terbaik di dunia tidak akan pernah digunakan atau dihargai tanpa pemasaran yang hebat. Pemasaran adalah sarana yang memperkenalkan bisnis Anda kepada khalayak luas dan membuat orang sadar akan apa yang Anda tawarkan. Tanpa strategi pemasaran yang solid, Anda bisa saja memiliki bisnis terhebat di dunia, tetapi tak seorang pun akan mengetahuinya. Pemasaran adalah alat esensial untuk memperkuat pesan bisnis Anda. Semua tips bisnis lainnya akan menjadi tidak relevan jika aspek yang satu ini tidak Anda lakukan dengan baik.

3. Bedakan Diri dari Para Pesaing

Diferensiasi berarti memahami bisnis apa yang sesungguhnya Anda jalani, alih-alih sekadar berfokus pada produk yang Anda jual. Ini tentang menganalisis fakta dan menentukan bisnis seperti apa yang seharusnya Anda geluti. Contohnya, salah satu faktor yang membuat Starbucks begitu sukses adalah kesadaran mereka bahwa mereka bukan sekadar berada di bisnis kopi — mereka berada di bisnis mempertemukan orang. Begitu Anda memiliki informasi yang tepat, tanggapilah dengan tepat dan sorotlah hal-hal yang membedakan Anda dari pesaing di mata target audiens.

Bisnis apa yang sesungguhnya Anda jalani? Bagaimana Anda memperkaya kehidupan pelanggan? Apa keunggulan kompetitif Anda dan bagaimana hal itu berbeda dari perusahaan lain di industri yang sama? Ingatlah, Anda tidak harus selalu berfokus pada produk atau layanan yang ditawarkan. Sering kali, memusatkan perhatian pada keunggulan yang tampaknya tidak terkait langsung dengan produk justru menjadi cara terbaik untuk menembus batas baru dan melangkah lebih maju dari pesaing. Begitu Anda menguasai seni diferensiasi, pelanggan akan mulai membicarakan bisnis Anda — dan di situlah pertumbuhan sejati dimulai.

4. Manfaatkan Dorongan Kuat untuk Meraih Keberhasilan

Ambisi, atau kemampuan menyalurkan dorongan kuat untuk sukses, adalah salah satu kiat bisnis yang tidak pernah kehilangan relevansinya. Banyak orang memiliki bakat alami, tetapi dibutuhkan lebih dari sekadar bakat untuk mencapai kesuksesan luar biasa. Tidak cukup hanya menyadari bahwa Anda berbakat — Anda harus memiliki tekad dan disiplin untuk bekerja mencapai tujuan setiap hari tanpa henti.

Seiring Anda mendalami inovasi, pemasaran, dan diferensiasi, Anda akan memperoleh kekuatan untuk mengubah penawaran, mengubah bisnis, dan mengubah hidup Anda. Di antara sekian banyak tips bisnis yang ada, salah satu yang paling efektif adalah bekerja sama dengan seorang pelatih bisnis. Seorang pelatih akan mendampingi Anda di setiap langkah perjalanan bisnis, membantu menemukan celah dalam rencana bisnis dan pola pikir Anda, serta menyusun strategi untuk mencapai keberhasilan.

5. Optimalkan Aset Inti untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Nick Sonnenberg, seorang wirausahawan serial dan salah satu pendiri Leverage — perusahaan yang membantu para wirausahawan berfokus pada aset inti mereka dan menyerahkan sisanya kepada pihak lain — menekankan bahwa mengoptimalkan waktu dan sumber daya secara bermakna agar Anda mampu mengeksekusi ide secara efisien adalah salah satu strategi bisnis paling ampuh. Dalam wawancaranya dengan pakar pemasaran Jay Abraham, Sonnenberg menjelaskan bahwa terjebak dalam operasional bisnis sehari-hari justru menghalangi Anda untuk benar-benar mengoptimalkan aset yang dimiliki.

Alih-alih tenggelam dalam rutinitas, maksimalkan produktivitas Anda — baik dalam aktivitas nyata maupun dalam cara Anda meluangkan waktu untuk berpikir. Dalam bisnis dan kehidupan, justru yang terakhir inilah yang menyimpan potensi terbesar menuju kesuksesan. Sebagai wirausahawan, sangat penting untuk menerapkan mentalitas "pasti bisa" dengan menghindari jebakan "lebih besar berarti lebih baik." Daripada mengambil risiko tumbuh terlalu cepat, pilihlah strategi pertumbuhan berkelanjutan (sustainable scaling) agar Anda mampu memperkuat proses dan operasi internal terlebih dahulu.

6. Beranilah dalam Memberikan Nilai Tambah yang Nyata

Selain dikenal sebagai legenda olahraga, bintang Super Bowl Fran Tarkenton juga merupakan seorang pengusaha sukses yang telah membangun delapan bisnis berbeda dari nol. Apa kunci keberhasilannya? Pola pikir. Dalam sebuah wawancara dengan Jay Abraham, Tarkenton menguraikan pendekatannya yang bisa menjadi panduan bisnis andalan Anda. Mulai dari memikat pelanggan hingga menciptakan operasi bisnis yang efisien, kecerdasan bisnis bermuara pada membangun pola pikir yang tak kenal takut dan penuh kegigihan.

Hasrat untuk memenuhi kebutuhan orang lain adalah inti dari setiap bisnis yang sukses — mulai dari pelanggan hingga staf dan mitra kerja. Prioritas Anda adalah selalu menciptakan nilai tambah yang nyata bagi pelanggan. Lakukan evaluasi jujur terhadap perusahaan Anda dan bidik area-area bermasalah dengan solusi yang berpusat pada manusia. Anda membutuhkan hasil yang bisa diukur. Jadi, jika Anda menerapkan praktik kepegawaian baru untuk mengurangi tingkat keluar-masuk karyawan, ukurlah tingkat perputaran dalam kurun waktu setahun untuk mengevaluasi pendekatan Anda. Di era perubahan yang konstan ini, memprioritaskan pelangganlah yang akan membekali Anda untuk meraih kesuksesan yang bertahan lama.

7. Rekrut Staf Layanan Pelanggan yang Ramah dan Berorientasi Solusi

Segala tips bisnis yang telah diuraikan tidak akan berarti apa-apa jika staf yang berhadapan langsung dengan pelanggan justru mengusir bisnis dengan sikap buruk mereka. Baik menyapa pelanggan melalui telepon, email, maupun tatap muka, perwakilan layanan pelanggan adalah wajah bisnis Anda. Lakukan riset terhadap target pasar, pahami apa yang mereka harapkan dari petugas layanan pelanggan, lalu susun strategi perekrutan yang menjawab kebutuhan tersebut.

Staf layanan pelanggan Anda harus bersikap ramah dan fokus menyelesaikan masalah secara efisien. Senyuman ceria dan sapaan hangat bisa memberikan dampak yang luar biasa, terutama jika staf Anda berhadapan langsung dengan pelanggan. Jika Anda tidak bisa memantau secara langsung bagaimana staf berinteraksi dengan pelanggan, pertimbangkan untuk menjalankan program pembeli rahasia (secret shopper) atau secara rutin meminta masukan dari anggota tim lainnya.

8. Berkontribusi Kembali kepada Komunitas

Rahasia menjalani hidup adalah memberi, dan salah satu tips bisnis terbaik adalah tips yang juga memberikan kepuasan batin bagi Anda dan tim. Temukan cara bagi Anda dan karyawan untuk berkontribusi kembali kepada komunitas yang selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan. Sebagai contoh, jika Anda menjunjung tinggi teknologi dan inovasi, pertimbangkan untuk mendukung lembaga nirlaba yang menyediakan perangkat seluler gratis atau kelas teknologi bagi anak-anak kurang mampu. Jika salah satu nilai inti Anda adalah keberlanjutan, Anda bisa menyumbangkan jam kerja sukarela di fasilitas daur ulang.

Ketika Anda memberi kembali kepada komunitas, Anda mengangkat budaya perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi, memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi tim, dan membedakan diri dengan menunjukkan kepada klien dan pelanggan bahwa Anda peduli pada lebih dari sekadar keuntungan.

9. Kembangkan Strategi Media Sosial yang Solid

Tak lengkap rasanya daftar tips bisnis tanpa menyertakan peran media sosial. Bukan hanya sebagai alat yang solid untuk menggalang dana, media sosial juga merupakan sarana ideal untuk menempatkan bisnis Anda di hadapan target pasar yang tepat dan memperkuat identitas merek. Untuk meraih kemenangan di media sosial, Anda harus fokus bersikap interaktif dengan para pengikut dan menyajikan konten yang berguna atau menghibur.

Terlalu banyak bisnis yang memandang media sosial sekadar sebagai panggung untuk melontarkan promosi penjualan tanpa henti, alih-alih memanfaatkannya sebagai apa adanya: sebuah kesempatan untuk memberi nilai dan belajar dari calon pelanggan. Ubah cara pandang Anda terhadap media sosial, maka Anda akan melihat hasil yang berbeda pula.

10. Pisahkan keuangan pribadi dari keuangan bisnis

Meskipun Anda memulai bisnis kecil sebagai pekerjaan sampingan dengan anggaran terbatas, catatlah keuangan Anda. Buatlah pembukuan bisnis untuk melacak pendapatan dan pengeluaran. Sewalah akuntan bisnis kecil jika Anda tidak terbiasa dengan prosesnya. Mereka dapat memberi Anda nasihat tentang persyaratan dan praktik terbaik sehingga Anda dapat menentukan apakah Anda telah memanfaatkan keuangan secara optimal atau masih terjadi kebocoran finansial. Menggunakan rekening giro bisnis alih-alih rekening pribadi juga dapat membantu menjaga keuangan tetap terpisah.

Kesepuluh tips ini saling terkait satu sama lain. Inovasi membutuhkan keberanian; pemasaran memerlukan strategi yang matang; diferensiasi menuntut kejujuran memahami jati diri bisnis Anda; dan pertumbuhan berkelanjutan bergantung pada seberapa baik Anda mengelola aset serta hubungan dengan manusia — baik pelanggan, karyawan, maupun komunitas. Terapkan prinsip-prinsip ini dengan konsisten, dan Anda akan menempatkan bisnis Anda mampu bertahan hingga di atas 10 tahun, bahkan benar-benar berkembang.

Bizsense is a comprehensive business consulting firm who empower companies to unlock their full potential through strategic guidance and innovative solutions.

HUBUNGI KAMI :

Anda Butuh Pendampingan Bisnis?

contact@bizsense.id

WA +62 858 1729 5089

© 2025. All rights reserved. Bizsense Indonesia

A sister company of SEQARA Communications